
CILEGON, 23 Juli 2026 — Sastrawan Melayu asal Singapura, Rohani Din, menerbitkan buku Tandak Pantun Tanah Jawara sebagai bagian dari komitmennya dalam merawat dan mengembangkan tradisi pantun di kawasan Nusantara. Buku tersebut diterbitkan oleh Yayasan Gaksa Transkultura dan kini telah tersedia bagi masyarakat umum melalui penerbit.
Karya ini lahir dari kepedulian Rohani Din terhadap keberlangsungan pantun sebagai salah satu bentuk sastra klasik Melayu yang memuat nilai-nilai pendidikan, kebijaksanaan, dan pembentukan karakter. Melalui buku tersebut, ia berupaya menghadirkan pantun sebagai bacaan yang tetap relevan bagi masyarakat modern tanpa meninggalkan kaidah dan estetika pantun Melayu.
Menurut Rohani Din, pantun merupakan warisan budaya yang tidak hanya indah dari segi bahasa, tetapi juga kaya akan pesan moral dan kearifan hidup. Oleh sebab itu, penerbitan buku ini diharapkan dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap pantun sekaligus mendorong lahirnya karya-karya baru yang berpijak pada tradisi sastra Melayu.
Diterbitkan oleh Yayasan Gaksa Transkultura yang berkedudukan di Kota Cilegon, Banten, buku Tandak Pantun Tanah Jawara menjadi salah satu kontribusi dalam memperkaya khazanah perpantunan Nusantara. Kehadiran buku ini juga memperkuat upaya pelestarian pantun sebagai warisan budaya yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Buku Tandak Pantun Tanah Jawara kini telah tersedia dan dapat diperoleh melalui Yayasan Gaksa Transkultura. Masyarakat, pegiat sastra, pendidik, maupun pemerhati budaya yang ingin memiliki buku ini dapat menghubungi penerbit melalui WhatsApp +62 896-0429-1819, surat elektronik transkulturagaksa@gmail.com, atau mengunjungi www.gaksa.org untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemesanan dan distribusi buku.
Melalui penerbitan buku ini, Rohani Din berharap pantun tetap hidup sebagai bagian dari tradisi intelektual dan budaya Melayu, sekaligus menjadi media yang mempererat hubungan kebudayaan di kawasan Nusantara.








