
Ketersediaan buku: Yayasan Gaksa Transkultura
Harga: Rp100.000
Cetakan: 2026
LAHAT — Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., M.M. menerbitkan buku Adab Sebelum Gelar, sebuah buku refleksi pendidikan yang menekankan pentingnya pembentukan karakter dan adab sebagai fondasi utama sebelum mengejar prestasi akademik maupun gelar pendidikan.
Buku yang terbit pada Juli 2026 itu lahir dari pengalaman panjang penulis sebagai guru honorer, pengurus PGRI, dan pemerhati pendidikan. Melalui buku tersebut, Hasperi mengajak guru, orang tua, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat untuk meninjau kembali orientasi pendidikan yang dinilai semakin berfokus pada capaian akademik.
Dalam prakatanya, Hasperi menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan era digital telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam proses belajar. Namun, di sisi lain, ia melihat gejala menurunnya perhatian terhadap pembentukan adab dan karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan individu yang unggul secara intelektual, tetapi juga harus membentuk manusia yang mampu menghargai sesama, memiliki empati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Buku ini hadir sebagai pengingat bahwa sebelum mengejar gelar, setiap anak perlu belajar menjadi manusia, mencintai kebaikan, dan memahami arti kehidupan,” tulis Hasperi dalam prakata buku.
Buku tersebut memperoleh sambutan dari sejumlah tokoh pendidikan. Ibunda Guru PGRI Kabupaten Lahat, Ir. Hj. Sri Meliyana, menilai Adab Sebelum Gelar mengajak pembaca kembali pada hakikat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter dan akhlak yang terbentuk.
Sementara itu, Ketua Pengurus PGRI Sumatera Selatan, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., menyebut buku tersebut menghadirkan ruang refleksi bagi guru dan pemangku kepentingan pendidikan. Ia menilai pengalaman lapangan yang dipadukan dengan berbagai referensi membuat buku itu relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Selain mengangkat pengalaman pribadi penulis, buku ini juga memadukan narasi reflektif dengan berbagai referensi pendidikan, sejarah, dan kisah inspiratif. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengajak pembaca memahami bahwa pembangunan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi akademik.
Buku Adab Sebelum Gelar disunting oleh Rois Rinaldi, dengan proofreader Aan Kunchay, serta desain sampul, tata letak, dan ilustrasi isi dikerjakan oleh Nia Imaniar Rahmah. Buku berukuran 14,8 x 21 sentimeter ini diterbitkan dalam cetakan pertama pada Juli 2026.
Penerbitan buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi bagi penguatan budaya literasi sekaligus memperluas diskusi mengenai pentingnya adab dalam sistem pendidikan Indonesia.








