Buku Pemilih Berperan, Jangan Baperan: Potret Pengawasan Pemilu 2024 di Kota Cilegon karya Alam Arcy Ashari, S.Kom siap terbit. Buku yang diterbitkan atas kerja sama antara Yayasan Gaksa Trans Kultura dengan Bawaslu Kota Cilegon ini akan mengupas filosofi dan fenomena pemilihan dalam kacamata pengawasan.
Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Ali Faisal, S.H., M.H., M.E, mengatakan bahwa sekilas pembacaan, buku Bawaslu Kota Cilegon yang berjudul Pemilih Berperan, Jangan Baperan: Potret Pengawasan Pemilu 2024 di Kota Cilegon yang ditulis oleh Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Alam Arcy Ashari, S.Kom., menarik untuk dibaca. Berbagai hal tentang penyelenggaraan pengawasan dinarasikan dalam bahasa yang apik dan musikal. Ada elaborasi antara pengalaman dalam pengawasan dengan apa yang semestinya diketahui oleh publik mengenai pengawasan. Ditelisik dari aspek gaya tulisan yang diterapkan, melalui gaya bentuk naratif, persuasif, dan filosofis teks menyuguhkan informasi-informasi penting melalui tuturan yang ringan dan melodius, sehingga para pembaca akan betah mengikuti kata demi kata di dalamnya. Kemudian, ditelisik dari aspek konten para pembaca tidak saja diajak untuk memahami tentang pengawasan Pemilu dan/atau pemilihan, melainkan juga dibawa ke ruang renung terdalam untuk menghayati sepenuh hati dan menemukan kesadaran tentang betapa cita-cita demokrasi Indonesia adalah cita-cita bersama.
Di dalam pengantarnya, penulis menjelaskan bahwa buku ini disusun atas dua bagian, yaitu Bagian I dan Bagian II. Pada Bagian I, ia mengelaborasi pengalaman pengawasan dengan pemikirannya berdasarkan berbagai pendekatan. Melalui cara ini, para pembaca sekalian diharapkan dapat memahami posisi Bawaslu secara dekat. Maksud secara dekat adalah mengajak pembaca terlibat lahir batin sejak dalam proses berpikirnya.
“Dengan begitu, pembaca dapat menghayati setiap hal yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Cilegon. Bagian ini penting, mengingat masih banyak yang belum memahami Bawaslu secara esensial,” ungkap Alam.
Pada Bagian II, Alam memaparkan hal-hal teknis pengawasan untuk diketahui, bahwa kerja pengawasan pemilu adalah kerja bersama yang melibatkan begitu banyak orang dengan tujuan yang sama, yaitu proses pemilihan yang berkualitas dan hasil yang sesuai dengan harapan. Di dalamnya, ada begitu banyak dinamika yang menantang setiap orang untuk mengawasi dengan cara yang cerdas penuh integritas. Sebab tanpa itu, banyak angin, mulai angin tipis semilir hingga puting beliung yang dapat menggoyahkan langkah.
“Kedua bagian tersebut saling melengkapi, memperkaya pemahaman tentang pengawasan pemilu. Selain itu, saya juga menyampaikan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, baik di tingkat kota maupun kecamatan dan kelurahan. Melalui buku ini saya berharap pembaca tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga merasakan betapa besar tanggung jawab yang diemban bersama. Di akhir buku, saya mengajak para pembaca untuk merenungkan peran kita semua untuk menjaga integritas demokrasi dan menyadari bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil, dapat membawa dampak besar bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.
Buku ini dipasarkan oleh Yayasan Gaksa Trans Kultura. Harga perbuku Rp80.000.




