Categories ,

Kumpulan Puisi Esai: Kehilangan

Bagaimana rasanya kehilangan sesuatu atau seseorang? Banyak momen kehilangan yang seketika membuat kita menyadari bahwa sesuatu atau seseorang yang mulanya tidak terasa berarti, seketika terasa sangat bermakna. Begitulah kiranya antologi puisi karya siswa/siswi  SMKS Bina Insan Mandiri kelas XI  yang diterbitkan oleh Yayasan Gaksa Trans Kultura pada akhir Desember 2024 ini berbicara.

 

Eros Herlina, S.E., M.Ak. Kepala SMKS Bina Insan Mandiri  dalam testimoninya mengatakan bahwa kehilangan adalah momen menyedihkan. Meski kesedihan selalu menyakitkan, di dalamnya ada pelajaran tentang makna kehadiran seseorang. Di sekolah, misalnya, seorang siswa mungkin tidak terlalu dapat memaknai arti seorang guru di dalam kehidupan mereka. Ketika momen kehilangan datang setelah hari perpisahan sekolah, apatah lagi setelah hidup di tengah masyarakat sebagai orang-orang dewasa yang harus bertanggung jawab atas hidup dan kehidupannya sendiri, barulah dapat dipahami betapa penting makna guru bagi kehidupannya.

“Buku kumpulan puisi yang ditulis oleh siswa/siswi kelas XI ini, meski berjudul kehilangan, masih banyak puisi lain yang berbicara tentang hal yang lain pula. Banyak tema yang menarik untuk dinikmati,” ungkapnya.

 

Buku setebal 110 halaman ini dapat diakses di perpustakaan sekolah. |

Bagikan Buku Ini