Kegiatan

Terbaru

Buku “Satu Desa Satu Cerita”: Potret Lahat dalam Kisah, Diterbitkan oleh Gaksa Transkultura

Lahat, Sumatera Selatan — Sebuah karya literasi monumental lahir dari tanah Lahat. Buku berjudul “Satu Desa Satu Cerita” resmi diterbitkan oleh Gaksa Transkultura, menghadirkan kisah-kisah terbaik dari berbagai desa di Kabupaten Lahat setebal 140 halaman: 14 x 21 cm.

Buku setebal 142 halaman ini menjadi hasil kolaborasi antara PGRI Kabupaten Lahat, Media Lahat Online, dan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Lahat, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lahat.

Peluncuran buku ini disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk Bupati Lahat Bursah Zarnubi, S.E, Wakil Bupati Widia Ningsih, S.H., M.H, dan Pemimpin Redaksi Media Lahat Online Bakrun Satia Darma, S.H, yang masing-masing memberikan sambutan dalam buku ini.

Dalam kata pengantarnya, Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., M.M, selaku Ketua PGRI Lahat, menegaskan bahwa buku ini bukan sekadar kumpulan kisah, melainkan “cerminan denyut nadi kehidupan masyarakat Lahat yang sarat kearifan lokal, nilai perjuangan, dan kekayaan budaya.”

Dari “Doa dari Desa Jati” karya Dr. Hasperi Susanto hingga “Catatan dari Galunggung” karya Aan Kunchay, setiap cerita dalam buku ini menyingkap wajah Lahat yang beragam: tentang sejarah, perjuangan, cinta, harapan, dan kearifan desa. Narasi-narasi tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.

Sebanyak 22 penulis berpartisipasi dalam proyek literasi ini, di antaranya Deka Mandala Putra, Jupriansyah, Hesti Tamara, Pebrina Diah Utami, Inke Marissa, Rolly Afrianti, Nurlina, Aril End, Andes Yulio, Wira Sustalia, Novelia Putri Rianti, Yuni Eskatuti Ningsih, Cintia Nurul Rezeki, Henie Tiara Siska, Abelliga Dwi Putri, Syahdami, Evan Aditya, Harlen Eka Saputra (Alen Lukas), Erli Rustariani, Heni Lopita Sari, Reski Mianti, dan Aan Kunchay.

Sebagai penerbit, Gaksa Transkultura menegaskan komitmennya untuk terus mendukung karya-karya literasi daerah yang mengangkat nilai-nilai lokal dan memperluas akses publik terhadap sastra desa. Buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam memahami lanskap sosial dan budaya Lahat, sekaligus mendorong gerakan literasi yang tumbuh dari akar masyarakat.

“Setiap desa memiliki kisah yang pantas didengar,” ujar Bakrun Satia Darma dalam sambutannya. “Melalui literasi, cerita-cerita dari desa bisa hidup abadi dan menembus batas waktu.”

Buku “Satu Desa Satu Cerita” kini dapat ditemukan di jaringan literasi lokal, sekolah, dan komunitas baca di Kabupaten Lahat. Kehadirannya bukan hanya menandai capaian literasi daerah, tetapi juga menjadi bukti bahwa Lahat memiliki banyak suara yang layak dirayakan.

Tertarik membacanya? Anda tinggal hubungi kami. Harga Rp100.000