Puisi (1)

11.14.

Demikian Kisahnya
(Husna Ara Parvin)

Masjid Al Noor Selandia Baru  
menjadi saksi kekejaman
bila manusia hilang pertimbangan
mayat – mayat bergelimpangan 
percikan darah membasahi tiap ruang.

Sebaik dentuman berbunyi 
debar semakin mendesak
detik cemas seorang isteri 
dalam kekalutan memuncak
resah mencari suami tercinta
yang lumpuh di atas kerusi roda.

Langkahnya tiba terhenti
tanpa diberi peluang untuk merayu
pandangan menjadi kelabu
saat peluru meluru 
menembusi tubuh
Husna Ara Parvin terbaring kaku.

Dengan linangan air mata pilu
dalam ratap seorang suami
Farid Uddin Ahmed 
pasrah segala ketentuan-Nya.